[Makalah] Iman Kepada Hari Akhir
Kata
Pengantar
Puji syukur kita
ucapkan kehadirat Allah Swt karena berkat rahmat dan hidayah-Nya makalah ini
dapat penulis selesaikan meski tidak tepat pada waktunya.
Penulis mengangkat judul Iman Kepada
Hari Akhir karena menyesuaikan dengan materi pembelajaran pada pelajaran Pendidikan
Agama Islam kelas XII.
Ucapan terima kasih penulis
sampaikan kepada bapak Kastaruddin yang telah membimbing penulis dalam penyusunan
makalah ini, selanjutnya kepada orang tua dan teman-teman.
Kritik dan saran sangat penulis
harapkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar
Belakang
Rukun iman
yang kelima adalah beriman kepada hari akhir. Iman kepada hari akhir adalah
percaya akan adanya hari akhir. Hari akhir adalah hari berakhirnya kehidupan
dunia. Pada saat itu baik dan buruknya perilaku seseorang akan dicatat
bergantung bagaimana kadar keimanan seseorang dalam hatinya. Orang yang benar-benar
beriman adanya hari kiamat akan senantiasa menjaga agar perilakunya baik dan
berusaha menjauhi halhal yang buruk. Begitu juga sebaliknya. Seorang manusia
tidak disebut mukmin sebelum ia beriman kepada apa yang terkandung dalam
al-Qur’an dan sunah Rasul yang benar yang berkaitan dengan hari akhir.
Maengetahui adanya hari akhir dan senantiasa mengingatnya sangatlah penting,
karena akan memberikan pengaruh yang besar terhadap kebaikan jiwa manusia,
ketakwaan, dan komitmennya terhadap agama. Tidak ada yang membuat hati keras
dan memberanikan orang berbuat maksiat daripada keleaian mengingat hari kiamat,
kengerian, dan kedasyatannya.
2. Rumusan
Masalah
a.
Apa
definisi hari akhir dan tanda-tanda yang menyertai hari akhir tersebut?
b.
Pada Ayat
apa saja Allah menjelaskan mengenai hari akhir tersebut?
c.
Bagaimana
peristiwa yang akan dilalui manusia di
Padang Mahsyar?
3. Tujuan
Tujuan dari
penyusun makalah ini adalah memberikan sebuah informasi dan ilmu pengetahuan :
–
Mengetahui Tentang hari kiamat beserta seluk-beluknya.
–
Meningkatkan keimanan kepada hari akhir.
4. Manfaat
Manfaat yang ingin dicapai dari penulisan ini adalah
sebagai bahan referensi dan materi tentang iman kepda hari akhir.
Memberikan pengetahuan kepada siswa tentang hari akhir dan
seluk-beluknya.
5. Hipotesis
Sesungguhnya salah satu pokok rukun
iman yang kelima adalah beriman kepada hari akhir. Seorang manusia tidak
disebut mukmin sebelum ia beriman kepada apa yang yang terkandung dalam
Al-Qur’an dan sunah Rasul yang benar yang berkaitan dengan hari akhir.
Mengetahui adanya hari akhir dan senantiasa mengingatnya sangatlah penting,
karena akan memberikan pengaruh yang besar terhadap kebaikan jiwa manusia,
ketakwaan, dan komitmennya terhadap agama. Tidak ada yang membuat hati keras
dan memberanikan orang untuk berbuat maksiat daripada kelelaian mengingat hari
kiamat, kengerian, serta kedasyatannya.
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Beriman Kepada Hari Kiamat (akhir)
Kiamat didalam bahasa Indonesia adalah hari kehancuran dunia, kata ini
diserap dari bahasa Arab "Yaumul Qiyamah", yang arti sebenarnya
adalah hari kebangkitan umat.
Hari Akhir ( kiamat ) adalah hari
akhir kehidupan seluruh manusia dan makhluk hidup di dunia yang harus kita
percayai kebenaran adanya yang menjadi jembatan untuk menuju ke kehidupan
selanjutnya di akhirat yang kekal dan abadi.
Yang dimaksud dengan beriman kepada
hari kiamat (akhir) yaitu mempercayai bahwa seluruh alam semesta dan
segala isinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mengakui
bahwa setelah kehidupan di dunia ini akan ada kehidupan yang kekal yakni di
akhirat nanti. Keperayaan kepada hari kiamat merupakan masalah sam’iyyat, yakni
masalah yang kita ketahui dan kita percayai berdasarkan dalil yang ada dalam
Al-Quran dan hadis. Hari akhir menjadi hari dimana seluruh kehidupan yang ada
di alam semesta ini berakhir, hanya Allah-lah yang maha kekal.
Beriman kepada Hari Akhir adalah
rukun iman yang kelima dari enam rukun iman. Di dalam al-Qur`an dan di dalam
hadits beriman kepada Hari Akhir sering digandengkan dengan beriman kepada
Allah karena orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak mungkin beriman
kepada Allah, orang yang tidak beriman kepada Hari Akhir tidak akan beramal,
orang beramal karena ada harapan kemuliaan di Hari Akhir dan ada ketakutan
terhadap azab di Hari akhir. Keimanan ini mencakup berbagai aspek, serta gambaran
garis besarnya, mulai dari adanya siksa dan nikmat kubur, hari kebangkitan,
berkumpul dipadang mahsyar, penghitungan semua amal, pembalasan, pembagian
kitab, timbangan, telaga, melewati shirat, surga dan neraka.
Adapun kisah tentang kengerian hari
kiamat sebagai berikut : Abul-Laits dengan sanadnya meriwayatkan dari
Aisyah r.a. berkata: "Saya tanya kepada Rasullullah s.a.w., Apakah
yang cinta itu ingat pada kekasihnya pada hari kiamat?"
Jawab Rasullullah s.a.w.: "Adapun ditiga tempat (masa) maka tidak
ingat iaitu ketika ditimbang amal sehingga diketahui apakah ringan atau berat,
ketika menerima lembaran catatan amal (suhuf) sehingga ia terima imma dari
kanan atau dari kiri dan ketika keluar dari neraka ular naga lalu mengepung
mereka dan berkata "Aku diserahi tiga macam: Orang
mempersekutukan Allah s.w.t. dengan lain Tuhan, dan orang yang kejam,
penentang, zalim dan orang yang tidak percaya pada hari kiamat (hisab), maka
diringkus semua orang-orang yang tersebut itu lalu dilemparkan semuanya dalam
neraka jahannam, dan diatas neraka jahannam itu ada jambatan yang lebih halus
dari rambut dan lebih tajam dari pedang, sedang dikanan kirinya bantolan dan
duri-duri, sedang orang-orang yang berjalan diatasnya ada yang bagaikan kilat,
dan bagaikan angin kencang, maka ada yang selamat, dan ada yang luka terkena
bantolan duri, dan ada yang terjerumus muka kedalam neraka."
Abul-Laits meriwayatkan dengan
sanadnya dari Abu Hurairah r.a. berkata: Rasullullah s.a.w. bersabda:
"Diantara dua kali tiupan sangkakala itu jarak empat puluh tahun (Tiupan
untuk mematikan dan membangkitkan semula). Kemudian Allah
s.w.t. menurunkan hujan air bagaikan mani orang lelaki, maka timbullah
orang-orang mati bagaikan timbulnya tanaman (sayur-sayuran)."
Abul-Laits juga telah meriwayatkan dengan sanadnya dari Abu Hurairah r.a.
berkata: Rasullullah s.a.w. bersabda: "Ketika Allah
s.w.t. telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah
s.w.t. menjadikan sangkakala dan diserahkan kepada Malaikat Israfil, maka
ia meletakkannya dimulutnya melihat ke Arsy menantikan bilakah ia
diperintahkan." Saya bertanya: "Ya Rasullullah, apakah shur
(sangkakala) itu?" Jawab Rasullullah s.a.w.: "Bagaikan tanduk
dari cahaya." Saya bertanya lagi: "Bagaimana besarnya?" Rasullullah
s.a.w.menjawab: "Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutuskanku
sebagai Nabi s.a.w. besar bulatannya itu seluas langit dengan bumi,
dan akan ditiup hingga tiga kali iaitu pertama Nafkhatul faza' (untuk
menakutkan), Nafkhatus sa'aq (untuk mematikan) dan Nafkhatul
ba'ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan)."
2. Dalil Aqli
Tentang Hari Kiamat
Dalil aqli merupakan argumen untuk memperkuat dalil naqli yang bersumber dari
al-quran dan al-hadits (as-sunnah). Karena argumen al-quran itu sendiri sudah
sangat mampu mengatasi keragu-raguan manusia tentang adanya hari kiamat.
Adapun beberapa dalil al-quran yang menggabarkan adanya peristiwa hari kiamat,
antara lain adalah sebagai berikut :
1.Surat Azz-zalzalah Ayat 1-5
بسم الله الرحمن الرحيم
Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan (yang
dahsyat), ‘
Dan bumi Telah mengeluarkan beban-beban berat
(yang di kandung)nya,
Dan manusia bertanya: "Mengapa
bumi (menjadi begini)?",
Pada hari itu bumi menceritakan
beritanya,
Karena Sesungguhnya Tuhanmu Telah memerintahkan
(yang sedemikian itu) kepadanya
2. Surat
An-Naml Ayat 87
“ Dan (ingatlah) hari (ketika) di tiup sangkakala, maka terkejutlah segala
yang ada di bumi, di langit dan segala yang ada di bumi, kecuali siapa yang di
kehendaki Allah SWT. Dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan
Diri.”
3. Surat
Al-Infitar ayat 1-3
“Apabila langit terbelah , dan bintang- bintang jatuh berserakan, dan
apabila lautan di jadikan meluap”
4. Surat Al-
Muzzamil ayat 14
“Pada haribumi dan gunung-gunung bergoncangan, dna menjadikan gunung-gunung
itu tumpukan- tumpukan pasir yang berterbangan”.
Adapun beberapa pendapat para ahli
mengenai terjadinya hari kiamat yaitu sebagai berikut, antara lain adalah:
1.Ahli Astronomi
Menurut ahli astronomi bahwa terjadinya hari kiamat karena bumi dan
planet-planet lainnya saling bertabrakan dan pada akhirnya akan hancur. Padahal
pada dasarnya bumi dan planet-planet lainnnya memutar mengelilingi matahari
secara teratur dan sempurka karena masing-masing planet memiliki daya
tarik-menarik sehingga beredar dan bergerak secara serasi.
2.Ahli Geologi
Menurut pendapat ahli geologi bahwa peristiwa terjadinya hari kiamat karena
pada dasarnya didalam perut bumi terdapat gas panas yang terus berkembang
secara terus-menerus menekan kearah luar bumi. Akan tetapi bumi itu
mendapatkan tekanan (atmosfir) dari luar atau permukaannya, sehingga terjadilah
kesseimbangan. Namun diperkirakan bahwa adanya tekanan dari luar semakin lama
maka akan semakin melemah dan bahkan tidak berdaya lagi, sehingga pada akhirnya
gas bumi meledak dengan ledakan yang sangat dasyat dan mengeluarkan bola api
yang sangat besar (raksasa) yang akan membuat bumi ini menjadi hancur.
3.Ahli Fisika
Menurut teori alam bahwa sumber energi terbesar yang dapat memenuhi kebutuhan
semua kehidupan didunia ini adalah matahari. Begitu juga dengan daya
trik-menarik antara benda-benda luar angkasa lainnya (planet) itu ada
ketergantungan dengan energinya mata matahari. Namun lambat laun sinar matahari
semakin melemah akibat daya tarik antara planet-planet tersebut hingga pada
akhirnya tidak ada lagi keseimbangan, maka terjadilah tabrakan diantara
planet-planet tersebut.
3. Macam-macam
Kiamat
1. Kiamat
Sugra
Kiamat Sugra berarti kiamat kecil. Seperti kematian, gempa bumi, gunung
meletus, banjir dan lain-lain. Kiamat sugra di sebit juga kiamat kecil, yaitu
berakhirnya kehidupan masing- masing mahluk. Setiap mahluk yang hidup akan
menemui kematian. Binatang- binatang akan mati setelah masa hidupnya selesai.
Tumbuh- tumbuhan juga akan mengalami hal yang sama, demikian juga manusia. Hal
itu seperti yang di jelaskan Alaah dalam surah Ali Imran Ayat 185,“ Tiap –tiap
yang berjiwa akan merasakan mati. Dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalahdi
sempurnakan pahalamu. Barang siapa di jatuhakan dari neraka dan di
masukan ke dalam surga, maka sesungguhnya iatelah beruntung. Kehidupan dunia
itu tidak lain hanya kesenangan yang memberdayakan.”
Kematian adalah terpisahnya antara
jasmani dan rohani. Jasmani kembali ke asala yakni tanah. Dan rohan kembali
kealam kubur (alam Barzah). Alam kubur adalah alam tempat hidup umat manusia
setelah mati sampai merea kembali di bangkitkan oleh Allah dan tiba waktunya
hari perhitungan atas amal perbuatan mereka ketika di dunia. Ada dua kelompok
manusia di Alam barzah, yaitu :
a. Kelompok yang memperoleh kenikmatan dan rida Allah
SWT. Adalah kempok orang mukmin yang saleh. Ia akan bisa menjawab semua
pertanyaan yang i ajukan dengan baik tanpa ada rasa takut dan gentar. Kemudian
Allah SWT, memperlihatkan kepadanya salah satu pintu surga tempat tinggalnya
nanti yang penuh dengan kebahagiaan dan kenikmatan.
b. Kelompok yang memperoleh murka dari Allaw SWT. Adalah
kelompok orang –orang yang kafir . Ia mendengar segala pertanyaan malaikat
Mungkar dan malaikat Nangkir itu, tetapi ia tidak bisa menjawabnya. Kemudian
AllahSWT, memperlihatkan kepadanya salah satu pintu neraka dengan berbagai
siksaan.
2. Kiamat Kubra
Kiamat Kubra ( kerusakan besar)
adalah hancurnya Alam semesta dengan segala isinya. Keadaan alam semesta dan
segala isinya pada waktu terjadi kiamat banyak di jelaskan Allah dalam
Al-Quran. Kapankah terjadinya hari kiamar kubra itu ? Hanya Allah saja yang
mengetahui. Tidak ada satu mahluk pun yang mengetahuinya termasuk para malaikat
Allah. Setelah kiamat kubra terjadi maka malaikat Israfil akan meniup
sangkakala untuk yang kedua kalinya. Hal ini pertanda Allah akan membangkitkan
dan menghidupkan kembali manusia yang paling akhir yang hidup du muka bumi akan
bangkitnya dari alam kubur. Peristiwa ini di namakan Yaumul ba’ast.
4. Tanda- tanda
Hari Kiamat
Tanda – tanda kiamat ada 2 yakni:
Tanda – tanda kiamat ada 2 yakni:
1. Tanda –tanda Kecil
Tanda-tanda kecil hari kiamat antara lain:
a. Hamba sahaya perempuan
di kawini oleh tuannya.
b. Ilmu agama di anggap
sudah tidak penting lagi.
c. Tersebarnya perzinaan
karena memperoleh izin dari penguasa.
d. Minuman keras
merajalela.
e. Jumlah wanita lebih
banyak daripada laki- laki dengan perbandingan 50:1.
f. Adanya dua golongan
besar yang saling membunuh, tetapi sama-sama mengaku memperjuangkan
agama islam.
g. Lahirnya Dajal (
tukang dusta) yang mengaku dirinya utusan Allah SWT, dan banyak berbohong serta
menipu dan menganggap baik sesuatu yang buruk dna menggambarkan
sesuatu tidak baik dengan gambaran yang memikat hati.
h. Banyak terjadi gempa bumi
i. Fitnah muncul di
mana- mana
j. Pembunuhan
merajalela
k. Banyak manusia yang
menginginkan dirinya mati.
2. Tanda – tanda Besar
Tanda-tanda
besar kiamat antara lain:
a. Matahri muncul dari barat
b. Munculnya binatang ajaib yang bisa berbicara
c. Rusaknya Kakbah
d. Lenyapnya Al-Quran
e. Seluruh manusia menjadi kafir
f. Munculnya Yakjut Makjut
a. Matahri muncul dari barat
b. Munculnya binatang ajaib yang bisa berbicara
c. Rusaknya Kakbah
d. Lenyapnya Al-Quran
e. Seluruh manusia menjadi kafir
f. Munculnya Yakjut Makjut
5. Kehidupan
Setelah Hari Kiamat
1. Yaumul Ba’ast
Yaumul ba’ast adalah bangitnya
seluruh mahluk hidup dari kuburnya. Semua manusia bi bangkitkan dari kubur .
Kebangkitan ini di tandai dengan peniupan sangkakala oleh malaikat Israil
2. Yaumul Mahsyar
Pada saat itu mausia di kumpulkan di
suatu tempat yang sangat luas yang dinamakan Padang Mahsyar. Di tempat inilah
seluruh manusia di kumpulkan oleh Allah.
3. Yaumul Hisab
3. Yaumul Hisab
Setelah semua manusia di kumpulkan
di padang makhsyar maka mereka akan di hisab, di hitung dan di timbang
semua amal perbuatan ketika di dunia. Pada saat itulah keadilan Allah akan
benar- benar terbukti semua amal perbuatannya karna Allah maha Adil. Pada saat
itulah manusia tidak bisa mengelak atas semua perbuatannya pada saat di dunia.
Dan mereka akan mendapatkan balasan atas masing- masing perbuatannya ketika di
dunia dan tidak ada satu pun yang di rugikan.
4. Yaumul Jaza’
4. Yaumul Jaza’
Setelah tahap penghitungan selesai,
maka tibalah saatnya putusan Allah untuk memberi balasan. Inilah yang di
namakan Yaumul Jaza’. Pada saat itu, Allah akan memberikan balasan secara adil
kepada semua manusia sesuai dengan amal perbuatannya pada saat di dunia.
Adapun banyak peristiwa yang terjadi setelah hari
akhir adalah sebagai berikut, antara lain :
·
Alam barzah, yaitu batas antara alam
dunia dengan alam akherat dan dapat disebut dengan alam kubur
·
Yaumul ba’ats, yaitu dibangkitkanya
manusia dari alam kubur, setelah malaikat Isrofil meniupkan sangkakala yang
kedua
·
Yaumul mahsyar, yaitu tempat manusia
berkumpul setelah bangkit dari alam kubur untuk mempertanggungjawabkan amal
perbuatanya
·
Yaumul hisab, yaitu dihitungnya amal
manusia tentang kebaikan dan keburukannya
·
Yaumul mizan, yaitu hari penimbangan
amal baik dan amal buruk yang dilakukan manusia selama hidupnya
·
Shirat yaitu jembatan yang melintas
diatas neraka menuju surga
·
Surga dan neraka
6. Peristiwa Padang Mahsyar
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
يُحْشَرُ
النَّاسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلاً
“Manusia akan dikumpulkan pada hari
Kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum
dikhitan.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 5102
dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha).
Demikianlah
keadaan manusia tatkala bertemu dengan Allah Ta’ala di Padang
Mahsyar dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.
Meskipun demikian, akhirnya mereka diberi pakaian juga. Dan manusia yang
pertama kali diberi pakaian adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ
أَوَّلَ مَنْ يُكْسَى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبْرَاهِيْمُ
“Sesungguhnya orang pertama yang
diberi pakaian pada hari Kiamat adalah Nabi Ibrahim.”(Hadits
shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 4371).
Adapun
pakaian yang dikenakannya ketika itu adalah pakaian yang dikenakan ketika mati.
Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan, “Aku
mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
اَلْمَيِّتُ
يُبْعَثُ فِيْ ثِيَابِهِ الَّتِيْ يَمُوْتُ فِيْهَا
“Mayit akan dibangkitkan dengan
pakaian yang dikenakannya ketika mati.” (Diriwayatkan
oleh Abu Dawud dan Ibnu Hibban dalam Shahih-nya. Hadits ini dinilai shahih oleh
al-Albani dalamShohiih at-Targhib wat-Tarhib, no. 3575)
Mu’adz bin
Jabal radhiyallahu ‘anhu, tatkala hendak menguburkan jenazah
ibunya, beliau meminta agar jenazah ibunya dikafani dengan pakaian yang baru.
Beliau mengatakan, “Perbaguskanlah kafan jenazah kalian, karena sesungguhnya
mereka akan dibangkitkan dengan (memakai) pakaian itu.” (Fat-hul Bari Syarah
Shahih al-Bukhari, 11/383).
Bagaimana
Manusia Digiring Ke Padang Mahsyar?
Manusia
digiring ke Padang Mahsyar dengan berbagai kondisi yang berbeda sesuai dengan
amalnya. Ada yang digiring dengan berjalan kaki, sebagaimana dikabarkan oleh
Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam:
إِنَّكُمْ
مُلاَقُو اللهِ حُفَاةً عُرَاةً مُشَاةً غُرْلاً
“Sesungguhnya kalian akan menjumpai
Allah dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian, berjalan kaki, dan
belum dikhitan.” (Hadits shahih. Diriwayat-kan oleh al-Bukhari,
no. 6043)
Ada juga
yang berkendaraan. Namun tidak sedikit yang diseret di atas wajah-wajah mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّكُمْ
تُحْشَرُوْنَ رِجَالاً وَرُكْبَانًا وَتُجَرُّوْنَ عَلَى وُجُوْهِكُمْ
“Sesungguhnya kalian akan
dikumpulkan (ke Padang Mahsyar) dalam keadaan berjalan, dan (ada juga yang)
berkendaraan, serta (ada juga yang) diseret di atas wajah-wajah kalian.”(Diriwayatkan
oleh at-Tirmidzi, dan beliau mengatakan, “Hadits hasan.” Hadits ini dinilai
hasan oleh al-Albani dalam Shahiih at-Targhib wat-Tarhib, no.
3582).
Abu Said
al-Khudri radhiyallahu ‘anhu mengatakan bahwa ada seseorang
berkata kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
يَا رَسُولَ
اللهِ كَيْفَ يُحْشَرُ الْكَافِرُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟ قَالَ: أَلَيْسَ
الَّذِي أَمْشَاهُ عَلَى رِجْلَيْهِ فِي الدُّنْيَا قَادِرًا عَلَى أَنْ
يُمْشِيَهُ عَلَى وَجْهِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ؟!
“Wahai Rasulullah, bagaimana bisa
orang kafir digiring di atas wajah mereka pada hari Kiamat?” Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Bukankah Rabb yang membuat seseorang
berjalan di atas kedua kakinya di dunia, mampu untuk membuatnya berjalan di
atas wajahnya pada hari Kiamat?!” Qatadah mengatakan, “Benar,
demi kemuliaan Rabb kami.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no.
6042 dan Muslim, no. 5020).
Ketika
Matahari Didekatkan Dengan Jarak Satu Mil
Kaum
muslimin yang kami muliakan, ketika manusia dikumpulkan di padang Mahsyar,
matahari didekatkan sejauh satu mil dari mereka, sehingga manusia berkeringat,
hingga keringat tersebut menenggelamkan mereka sesuai dengan amalan
masing-masing ketika di dunia.
Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda:
تُدْنَى
الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ
كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا
يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ
بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي
الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ
إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ
يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ
وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ
“Pada hari kiamat, matahari
didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim
bin Amir (perawi hadits ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang
dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai
untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga
manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni
dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya.
Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang
tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi
wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut
beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864)
Syaikh Muhammad bin Sholih
Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Jarak satu mil ini,
baik satu mil yang biasa atau mil alat celak, semuanya dekat. Apabila
sedemikian rupa panasnya matahari di dunia, padahal jarak antara kita dengannya
sangat jauh, maka bagaimana jika matahari tersebut berada satu mil di atas
kepala kita?!” (Syarah al-‘Aqidah al-Wasithiyyah, 2/134).
Jika
matahari di dunia ini didekatkan ke bumi dengan jarak 1 mil, niscaya bumi akan
terbakar. Bagaimana mungkin di akherat kelak matahari didekatkan dengan jarak 1
mil namun makhluk tidak terbakar?
Syaikh Muhammad
bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan bahwa pada
hari Kiamat kelak tatkala manusia dikumpulkan di padang mahsyar, kekuatan
mereka tidaklah sama dengan kekuatan mereka ketika hidup di dunia. Akan tetapi
mereka lebih kuat dan lebih tahan. Seandainya manusia sekarang ini berdiri
selama 50 hari di bawah terik matahari tanpa naungan, tanpa makan, dan tanpa
minum, niscaya mereka tidak mungkin mampu melakukannya, bahkan mereka akan
binasa. Namun pada hari Kiamat kelak, mereka mampu berdiri selama 50 tahun
tanpa makan, tanpa minum, dan tanpa naungan, kecuali beberapa golongan yang
dinaungi Allah Ta’ala. Mereka juga mampu menyaksikan
kengerian-kengerian yang terjadi. Perhatikanlah keadaan penghuni Neraka yang
disiksa (dengan begitu kerasnya), namun mereka tidak binasa karenanya. Allah
Ta’ala berfirman:
كُلَّمَا
نَضِجَتْ جُلُوْدُهُمْ بَدَّلْنَاهُمْ جُلُوْدًا غَيْرَهَا لِيَذُوْقُوا
الْعَذَابَ (56)
“Setiap kali kulit mereka hangus,
Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan adzab.” (An-Nisa’:
56). (Syarah Al-‘Aqidah Al-Wasithiyyah, 2/135)
Golongan
Yang Akan Mendapatkan Naungan ‘Arsy Allah Ta’ala
Pada hari
yang sangat panas itu, Allah Ta’ala akan memberikan naungan
kepada sebagian hamba pilihan-Nya. Tidak ada naungan pada hari itu kecuali
naungan-Nya semata. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
(yang artinya): “Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah dengan
naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali hanya naungan-Nya
semata.
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ
اللهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لاَ ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ: اْلإِمَامُ الْعَادِلُ،
وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي
الْمَسَاجِدِ، وَرَجُلاَنِ تَحَابَّا فِي اللهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا
عَلَيْهِ، وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ:
إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لاَ تَعْلَمَ شِمَالُهُ
مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ
“Ada tujuh golongan yang akan
dinaungi oleh Allah dengan naungan ‘Arsy-Nya pada hari dimana tidak ada naungan
kecuali hanya naungan-Nya semata.
1. Imam (pemimpin) yang adil.
1. Imam (pemimpin) yang adil.
2. Pemuda yang tumbuh besar dalam beribadah kepada Rabbnya.
4. Dua orang yang saling
mencintai karena Allah, dimana keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah.
5. Dan seorang laki-laki yang
diajak (berzina) oleh seorang wanita yang berkedudukan lagi cantik rupawan,
lalu ia mengatakan: “Sungguh aku takut kepada Allah.”
6. Seseorang yang bershodaqoh
lalu merahasiakannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang
diinfaqkan oleh tangan kanannya.
7. Dan orang yang
berdzikir kepada Allah di waktu sunyi, lalu berlinanglah air matanya.”(Hadits
shahih. Diriwayatkan oleh al-Bukhari, II/143 – Fat-h, dan
Muslim, no. 1031).
Golongan
lain yang mendapatkan naungan Allah Ta’ala adalah orang yang
memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar hutang kepadanya atau
memutihkan hutang darinya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
مَنْ
أَنْظَرَ مُعْسِرًا أَوْ وَضَعَ عَنْهُ أَظَلَّهُ اللهُ فِي ظِلِّهِ
“Barangsiapa yang memberi
kelonggaran kepada orang yang sedang kesulitan membayar hutang atau memutihkan
hutang orang tersebut, niscaya Allah akan menaunginya dalam naungan Arsy-Nya
(pada hari Kiamat).” (Hadits shohih. Diriwayatkan
oleh Muslim, no. 3006)
7. Balasan Amal
baik dan Amal Buruk
a. Balasan Amal Baik
Bila kita berbuat amal baik kita
akan mendapat ganjaran dan masuk surga. Maka didalam surga kita akan merasa
ketenangan disana. Ini adalah gambaran disurga :
·
Di dalam surga terdapat
sungai-sungai dan mata air yang mengalir
·
Luas surge seluas langit dan bumi
·
Penghuni surga mempunyai istri yang
suci
·
Di dalam surga tidak merasa lelah
·
Di dalam surga merasa bersaudara dan
tidak ada perkataan yang sia-sia
·
Salam adalah ucapan penghormatn di
dalam surga
Berikut ini adalah nama-nama surga :
1.
Firdaus
2.
Ma’wa
3.
Khuldi
4.
Na’im
5.
‘And
6.
Darussalam
7.
Darur Qarar
b. Balasan Amal Buruk
Apabila seseorang mengerjakan amal jelek (buruk) maka
akan mendapatkan siksa dari Allah SWT dan akan dimasukkan ke dalam neraka.
Gambaran mengenai neraka adalah sebagai berikut :
·
Minuman berupa air yang mendidih dan
tidak melegakan
·
Makanan berupa pohon yang berduri
dan tidak mengenyangkan
·
Dijaga oleh malaikat yang keras dan
bengis
·
Suara api neraka gemuruh,
menakutkan, dan memekakkan telinga
·
Manusia yang berdosa dan iblis
menjadi kayu bakar
·
Neraka adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya
Berikut ini adalah nama-nama neraka
:
1.
Jahanam
2.
Wail
3.
Huthamah
4.
Sa’ir
5.
Saqar
6.
Jahim
7.
Hawiyah
8. Hikmah Beriman Kepada Hari Kiamat
Berikut ini adalah hikmah iman
kepada Hari Akhir :
1. Dengan iman
kepada hari akhir senantiasa memotivasi untuk beramal kebajikan dengan ikhlas
mengharap ridho Allah semata.
2. Senantiasa
pula membendung niat-niat yang buruk apalagi melaksanakannya.
3. Menjauhkan
diri dari asumsi-asumsi yang mengkiaskan apa yang ada di dunia ini dengan apa
yang ada di akhirat.
4. Adanya rasa
kebencian yang dalam kepada kema’siatan dan kebejatan moral yang mengakibatkan
murka Allah di dunia dan di akhirat.
5. Menyejukkan
dan menggembirakan hati orang-orang mukmin dengan segala kenikmatan akhirat
yang sama sekali tidak dirasakan di alam dunia ini.
6. Senantiasa
tertanam kecintaan dan ketaatan terhadap Allah dengan mengharapkan mau’nah Nya
pada hari itu.
7. Memperoleh
ketentraman dan ketenangan
8. 8. Memperoleh
keyakinan bahwa Allah SWT akan membalas segala
perbuatan manusia, baik maupun buruk
9. Berperilaku
baik
10. Berani dalam
membela kebenaran dan rela berkorban
11. Tidak iri
terhadap kenikmatan orang lain
12. Terhindar
dari sifat tamak, rakus dan kikir
BAB III
KESIMPULAN
Hari akhir atau hari kiamat adalah
hari binasanya atau hancurnya seluruh alam semesta. Iman kepada hari akhir
berarti meyakini dengan sepenuh hati bahwa suatu saat alam semesta akan hancur
dan manusia akan dibangkitkan dari kubur menuju alam akhirat yang akan kekal
selamanya tanpa ada batas waktunya.
Beriman pada hari akhir merupakan
rukun iman yang ke lima oleh karena itu sebagai umat islam kita wajib
mempercayai akan datangnya hari akhir tersebut. Beriman pada hari akhir
mempunyai beberapa manfaat antara lain selalu bertindak hati-hati dan penuh
pertimbangan, selalu berada dalam kebenaran, dan memanfaatkan waktu hidup untuk
berlomba mencari kebaikan “fastabiqul khairat”.
DAFTAR PUSTAKA
http//www.belimbingkunig.blogspot.com
http//www.duniabaca.com
http//www.scribp.makalah
hari akhir.com
htttp//www.wikipedia.com
https://irfandiamhsin.wordpress.com/2014/01/16/makalah-iman-kepada-hari-akhir/
Comments
Post a Comment