[Makalah] Khasiat Tanaman Obat Bratawali Dari Sisi Medis
Kata
Pengantar
Puji syukur kita ucapkan kehadirat
Allah Swt karena berkat rahmat dan hidayah-Nya karya tulis ini pada akhirnya dapat penulis selesaikan.
Penulis mengangkat judul Tanaman Obat
Bratawali karena masih minimnya pengetahuan mengenai khasiat tanaman obat ini
dari sisi medis.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan
kepada ibu yang telah membimbing penulis
dalam menyelesaikan karya tulis ini, selanjutnya kepada orang tua, kakak dan
teman-teman.
Kritik dan saran sangat penulis
harapkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.
Penulis
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Bratawali (Tinospora
crispa, L.) merupakan tumbuhan obat herbal dari family Menispermaceae yang
mempunyai beberapa manfaat yang berkaitan dengan banyaknya jenis senyawa kimia
yang dikandungnya antara lain : flavanoid, alkaloid, dan saponin.
Pengkonsumsian ini biasanya dalam bentuk jamu. Orang-orang di desa-desa biasa memelihara tanaman bratawali.
Tanaman yang merambat dan rasanya sangat pahit ini berkhasiat untuk mengobati
beberapa penyakit seperti malaria, demam, penyakit kulit, serta membersihkan
ginjal dan menyembuhkan luka.
Bagian yang biasanya dimanfaatkan adalah batang dan/atau
rantingnya yang dalam bahasa latinnya disebut Tinosporae Caulis. Orang
Jawa menyebutnya juga dengan nama lain seperti putrawali atau antawali atau
daun gedel. Penduduk Bali dan NTB juga menyebut antawali. Orang Sunda
menamakannya andawali. Batang brotowali penuh ditutupi dengan kutil dan
mengandung banyak air. Rebusan batang brotowali juga merangsang kerja
pernapasan dan menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas.
B.
Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak Bratawali (Tinospora
crispa, L.) terhadap kesehatan manusia?
C. Tujuan
Mengetahui pengaruh ekstrak Bratawali (Tinospora
crispa, L.) terhadap kesehatan manusia
D. Manfaat
Penelitian eksperimen ini diharapkan dapat
dimanfaatkan sebagai bahan mengenai efek dari bahan alami yang berasal dari batang
Bratawali (Tinospora crispa, L.) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan
alternatif untuk pengobatan dan pemulihan kesehatan secara alami dan
swamedikasi.
BAB
II
PEMBAHASAN
Bratawali, brotowali, atau akar aliali (Tinospora crispa
(L.) Miers ex Hoff.f.; juga T. cordifolia (Thunb.) Miers dan T.
rumphii Boerl.) adalah tanaman
obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau
tumbuh liar di hutan. Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan
obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi
gejala kencing manis. Di Indonesia, selain
dikenal dengan nama bratawali, tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah
andawali, antawali, putrawali atau daun gadel. Klasifikasi dari tanaman ini
termasuk kedalam famili tanaman Menispermaceae. Tanaman ini kaya
kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung
di akar dan batang, damar lunak, pati,
glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin,
palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).
|
||||||||||||||
ü Cocculus
crispus DC.
ü Menispermum
crispum Linn.
ü M.
verrucosum Linn.
ü M.
tuberculatum Lamk.
ü Tinospora
rumphii Boerl.
ü T.
tuberculata Beumee.
|
·
Pemerian
Tidak berbau ; rasa
sangat pahit
·
Makroskopik
Potongan batang, warna
hijau kecoklatan, permukaan tidak rata, bertonjolan, beralur-alur membujur,
lapisan luar mudah terkelupas.
·
Mikroskopik
Epidermis terdiri dari
1 lapis sel berbentuk segi empat memanjang, dinding tipis dengan kutikula agak
tebal. Dibawah epidermis terdapat beberapa lapis sel gabus, bentuk segi empat
memanjang, dinding agak teba, kambium gabus terdiri dari beberapa jenis sel
berdinding tipis. Korteks parenkimatik dengan sel-sel berbentuk membulat, mengandung
butir-butir pati, minyak atau hablur kalsium oksalat berbentuk prisma.
Disebelah luar tiap berkas pengangkut terdapat serabut sklerenkim berbentuk
lengkungann; pada batang tua lengkungan-lengkungan tersebut bersambung satu
dengan yang lain, sehingga merupakan seludang sklerenkim yang tidak terputus
yang pada lapis terluarnya disertai serabut hablur yang berisi hablur kalsium
oksalat berbentuk prisma. Empulur parenkimatik, berisi butir pati sel getah dan
berkas kolateral. Parenkim dia antara floem dan serabut sklerenkim kadang
kadang termampat dan terkoyak. Butir pati di korteks dan empulur berbentuk
hampir bulat , panjang atau lonjong. Sel-sel getah terdapat dalam deretan
membujur diantara sel parenkim. Berkas pembuluh kolateral, terpisah oleh satu
dengan lain oleh jaringan parenkim.
Sebuk; warna kuning
kelabu. Fragmen pengenal adalah serabut hablur dengan hablur kalsium oksalat
berbentuk prisma; butir-butir pati tunggal, umumnya berbentuk lonjong; pembuluh
kayu dengan penebalan tangga dan pembuluh kayu bernoktah; fragmen gabus;
serabut hablur kalsium oksalat berbentuk prisma.
·
Karakteristik dan Sifat
Tumbuhan ini
menyukai tempat panas, berupa perdu memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari
kelingking, berbintil-bintil rapat yang rasanya pahit, seperti sirih. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak bundar seperti telur dengan ujung lancip, panjang 7-12 cm, lebar 5-10 cm, bunga kecil, berwarna hijau muda.
Selain itu, Bratawali juga dapat diperbanyak dengan stek.
Sementara itu, bratawali juga memiliki beberapa sifat
seperti :
Ø Analgesik, yaitu sebagai penghilang
rasa sakit
Ø Alkaloid dan flavonoid, yaitu sebagai antiinfertilitas
alami
Ø Antipiretik, yaitu sebagai penurun
panas
Ø Antineoplastik, yaitu sebagai
pencegah kanker dan tumor
Ø Antidiabetik, yaitu dapat membantu
mengontrol gula darah
Ø Antioksidan, yaitu perlindungan dari
radikal bebas
Ø Imunologi, yaitu untuk menstimulasi
sistem imune
Ø Antidepresan, yaitu menghambat
aktivitas monoamine oxidase
Ø Antiporotik, yaitu kepadatan tulang
Ø Anti alergi, yaitu mengurangi akibat
alergi
·
Syarat Tumbuh
Bratawali
dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1.700 m
di atas permukaan laut. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di hutan, ladang, atau
halaman rumah. Bratawali menyukai tempat terbuka dan membutuhkan banyak sinar
matahari.
·
Kandungan Kimia
Kandungan
kimia bratawali adalah alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat
pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar bratawali mengandung
alkaloid dan kolumbin.
·
Identifikasi.
a.
Pada 2 mg serbuk batang tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat
hitam.
b.
Pada 2 mg serbuk batang tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v
terjadi warna coklat
c.
Pada 2 mg serbuk batang tambahkan tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v,
terjadi warna coklat
d.
Pada 2 mg serbuk batang tambahkan 5 tetes amonia 25% P, terjadi warna coklat
e.
Timbang 0,5 g serbuk daun, campur dengan 5 ml metanol P dan didihkan diatas
tangas air selama 2 menit, dinginkan, saring, cuci endapan dengan metanol P secukupnya
sehingga diperoleh 5 ml filtrat. Pada titik pertama dari lempeng KLT silika gel
GF254 P, tutulkan 20µl filtrat dan pada titik kedua tutulkan 10µl
zat warna II LP. Elusi dengan campuran benzen P etanol mutlak P (80+20) dengan
jarak rambat 15 cm. Amati dengan sinar ultraviolet 366 nm. Semprot lempeng
dengan vanilin asam sulfat LP, panaskan pada suhu 110o selama 10
menit, amati dengan sinar biasa dan sinar ultraviolet 366 nm.
·
Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Efek farmakologis bratawali adalah menghilangkan
rasa sakit (analgetik), penurun panas (antipiretik) dan melancarkan meridian.
Hasil penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan efek farmakologis bratawali
adalah :
ü Ekstrak
methanol dari bratawali mempunyai daya anti bakteri terhadap kuman S. aureus
(Lam Retta Tiurnida, 1996. FF UNAIR). Ekstrak bratawali yang difraksinasi
dengan kloroform menghambat terjadinya reaksi anafilaksis kutan aktif. Efek
yang diberikan meningkat dengan semakin besarnya dosis dari 100 mg/kg bb.
Sampai 800 mg/kg bb (Elfanetti, 1995, JF FMIPA UNAND)
·
Khasiat
1. Infeksi
saluran kencing, susah kencing atau sebagai diuretika
Batang bratawali
kering 15 g, gandarusa kering 10 g, sidaguri kering 5 g, kunyit 10 g, madu
secukupnya. Semua bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 8 gelas air
hingga tersisa 4 gelas. Kemudian disaring dan diminum dalam keadaan hangat.
Dianjurkan minum ramuan 1 jam sebelum makan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang,
dan sore hari.
2. Penambah nafsu makan
Sering kali
kita mengalami gangguan menurunnya nafsu makan. Hal ini bisa disebabkan oleh
beberapa faktor seperti karena gangguan suatu penyakit, depresi, perubahan
mood, dan lain sebagainya. Nafsu makan adalah sebuah situasi dimana
terjadi sistem pengaturan internal tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi dan
gizi dalam tubuh. Saat nafsu makan menurun atau bahkan hilang, maka tubuh
kehilangan energi. Jika kondisi ini terus berlanjut, dapat mengakibatkan
penyakit serius, dan jangka waktu yang lama, tubuh beresiko mengalami
malnutrisi.
Untuk
mengatasi hal tersebut, sangat dianjurkan bagi kita untuk segera mengambil
tindakan dengan mengkonsumsi vitamin penambah nafsu makan, maupun
menggunakan ramuan tradisional lainnya seperti ramuan dari bahan alami
brotowali. Adapaun caranya adalah dengan minum air rebusan daun brotowali.
Tambahkan manfaat madu ke dalam rebusan, untuk mengurangi rasa pahit.
3. Membantu penyembuhan luka
Brotowali
mengandung alkaloid barberin dan columbina yang berfungsi sebagai pembunuh
bakteri pada luka. Penggunaan brotowali dalam hal penyembuhan luka adalah
dengan menumbuk beberapa lembar daun brotowali lalu ditempelkan pada luka.
Selain itu, mencuci luka dengan rebusan batang brotowali juga dapat
menyembuhkan luka.
4. Menyembuhkan penyakit kulit
Penyakit
kulit seperti kudis (scabies) merupakan gangguan kulit yang tentu saja sangat
mengganggu penampilan kita. Selain itu, scabies merupakan jenis penyakit yang
menular, baik secara langsung maupun melalui perantara lain. Untuk
mengatasi hal tersebut kita bisa memanfaatkan brotowali sebagai alternative
pengobatannya. Caranya adalah :
- Tumbuk beberapa
lembar daun brotowali
- Campur
manfaat
belerang dan manfaat minyak
kelapa ke dalam tumbukan
- Lalu
mengoleskan pada daerah yang terkena scabies
- Lakukanlah
hal ini secara teratur
5. Mengobati diabetes
Penyakit
diabetes merupakan sejenis penyakit yang jika dibiarkan tanpa perawatan akan
dapat berdampak pada kematian. Penyakit yang sering disebut dengan kencing
manis ini terjadi akibat kelainan pada sistem metabolik tubuh yang disebabkan
oleh beberapa faktor, seperti :
- obesitas
- kurang
berolah raga
- kehamilan
- pola
makan yang tidak sehat
- Faktor
keturunan, dsb
Penyakit ini
memang tidak bisa disembuhkan dengan total, pengobatan yang dilakukan hanya
untuk mengendalikan dampak serta mengurangi resiko terjadinya komplikasi.
Lalu bagaimana hubungan antara
diabetes dan brotowali? Ternyata tanaman brotowali memiliki sifat antidiabetik,
yaitu dapat membantu mengontrol gula darah. Cara pengobatannya adalah dengan
rutin mengkonsumsi ramuan rebusan batang brotowali, daun sambiloto, serta daun
kumis kucing sebanyak 2 kali dalam sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
6. Menurunkan demam
Kandungan
antipiretik dan analgesik yang terdapat dalam manfaat brotowali, mampu membantu
untuk menurunkan demam. Caranya adalah dengan mengkonsumsi hasil rebusan batang
brotowali yang telah dicampur dengan madu. Madu berfungsi untuk mengurangi rasa
pahit dari air rebusan tersebut.
7. Menyembuhkan sakit kuning (hepatitis)
Penyakit
kuning atau disebut icterus atau bisa juga disebut jaundice, merupakan sejenis
penyakit yang ditandai dengan adanya perubahan warna pada kulit, sclera (bagian
putih pada mata), serta pada kelenjar ludah yang disebabkan oleh peningkatan
bilirubin (senyawa pigmen yang merupakan hasil katabolisme enzimatik biliverdin
oleh biliverdine reduktase) pada tubuh.
Pengobatan yang dilakukan untuk
mengatasinya adalah dengan dilakukan perawatan medis maupun dengan pengobatan
alternatif seperti penggunaan obat-obatan herbal. Brotowali merupakan salah
satu jenis obat herbal yang bisa membantu mengobati penyakit ini, caranya
adalah dengan rutin mengkonsumsi ¾ gelas hasil rebusan batang brotowali yang
telah ditambahkan dengan madu. Lakukanlah hal ini sebanyak dua kali sehari.
8. Penyembuhan rematik
Rematik atau
dalam bahasa medis dikenal dengan rheumatoid athritis (RA) merupakan peradangan
sendi yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh pada saat melawan
virus, bakteri, dan jamur pada tubuh kita. Gangguan ini sering terjadi
pada manusia di atas umur 50 tahun. Untuk itu, pada masa-masa usia anda
mencapai 50 tahun, sebaiknya jangan terlalu melakukan kegiatan membebani tubuh.
Cara alami
untuk mengobati gangguan ini antara lain, adalah dengan rutin
mengkonsumsi ½ gelas hasil rebusan batang brotowali segar sebanyak 2 kali dalam
sehari. Lakukanlah hal tersebut secara rutin untuk mendapatkan hasil yang
maksimal.
9. Mengobati gatal-gatal
Gangguan
gatal kulit ini biasa menyerang kita. Sensasi yang ditimbulkan membuat kita
ingin selalu menggaruknya. Namun jika hal tersebut kita lakukan, maka bisa
mengakibatkan iritasi, luka, maupun lecet pada kulit. Cara mengatasi hal
tersebut secara tradisional adalah dengan berendam dalam air hangat, hasil
rebusan dari daun brotowali yang dicampur dengan belerang. Lakukan selama
kurang lebih 20 menit.
10.
Menyembuhkan malaria
Malaria
merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit plasmodium. Penularan
penyakit ini adalah dengan perantara nyamuk. Kasus terjadinya penyakit ini
sering kali terjadi, dan tak jarang bisa berujung pada kematian.
Pengobatan
alami penyakit ini salah satunya adalah dengan menggunakan ramuan herbal yang
berasal dari tanaman brotowali. Caranya adalah dengan mengkonsumsi ramuan hasil
rebusan daun brotowali yang dicampur dengan madu sebanyak 3 kali sehari.
11.
Mencerahkan kulit wajah
Bagi sebagian
orang yang lebih memilih cara-cara alami untuk merawat kecantikan wajah, akan
lebih memilih menggunakan ramuan herbal seperti hasil rebusan batang brotowali
untuk mencuci muka. Hal ini terbukti memberikan efek positif pada kulit wajah
yaitu dapat menghilangkan noda-noda yang menempel di wajah serta dapat
menghilangkan warna kusam di wajah. Daripada menggunakan produk-produk
kecantikan yang justru bisa mengakibatkan efek yang tak diinginkan nantinya.
12.
Merangsang kerja urat saraf
Kandungan zat
pikroretin yang memberikan sensasi rasa pahit pada tanaman brotowali, dapat
berfungsi untuk merangsang kerja urat saraf pada saluran pernafasan. Hal ini
dapat menurunkan suhu tubuh yang panas.
13.
Mengobati diare
Untuk
mengatasi gangguan diare, mengkonsumsi air rebusan brotowali secara rutin
dipercaya mampu membantu meredakan keluhan diare. Hal ini dikarenakan brotowali
memiliki efek menghentikan pertumbuhan salmonella typhi yaitu bakteri penyebab
diare.
14.
Anti tumor
Seorang ahli
tumor yang berasal dari India, paa tahun 1998 mengadakan uji coba pada seekor
tikus dengan menggunakan ekstrak brotowali. Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat
brotowali memiliki sifat sitotoksik terhadap kanker serviks yang hampir sama
dengan obat yang digunakan untuk mengatasi tumor. Sementara itu penelitian pada
manusia menunjukkan bahwa ekstrak brotowali dapat mengobati kanker hati.
15.
Memberi efek menenangkan
Sebuah
penyelidikan yang dilakukan pada seekor tikus yang diberi ekstrak brotowali
menunjukkan bahwa ramuan ekstrak brotowali dapat memberikan efek menenangkan
pada hewan tersebut. Hal ini seiring dengan digunakannya ektrak brotowali
sebagai obat penyakit jiwa di negara Filiphina.
16.
Mengobati sakit punggung dan pinggang
Di propinsi
Bali, tanaman brotowali dimanfaatkan sebagai obat gosok yang dipercaya mampu
mengobati sakit punggung maupun sakit pinggang. Caranya adalah dengan mengoleskan
hasil tumbukan brotowali pada pinggang atau punggung yang terasa sakit.
·
Efek Samping
Dari
penjabaran diatas, jelaslah kita ketahui bahwa banyak sekali manfaat
brotowali ini. Akan tetapi kita juga harus mengetahui aturan pakai tanaman
tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam pemakaian brotowali antara lain :
ü Penggunaan
yang berlebihan dapat meningkatkan cairan empedu yang berakibat pada menurunnya
nafsu makan
ü Penggunaan
pada wanita hamil dapat mengganggu kehamilan dan menghentikan pertumbuhan janin
ü Penggunaan
yang melebihi ketentuan dapat terganggunya kadar gula dalam darah
ü Penggunaan
brotowali yang berlebih, dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih
aktif. Hal ini bisa menyebabkan penyakit autoimmune.
·
Budidaya Tanamanan
Penyiapan
Lahan
Penyiapan
lahan tempat penangkaran brotowali harus disiapkan sebulan sebelum tanam,
adalah untuk membuat lubang tanam atau alur tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x
30 cm. Pada setiap lubang tanam dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 0,5-1 kg
dicampur dengan tanah atau dibenamkan pada alur-alur tanam.
Brotowali
membutuhkan tiang panjat agar pertumbuhannya baik. Tiang panjat dapat ditanam
di samping lubang tanam sebelum penanaman brotowali. Tiang panjat dapat berupa
panjatan hidup atau mati. Tiang Panjatan dapat menggunakan tanaman yang tumbuh
relatif cepat dan kuat.
Penyiapan
Bibit
Tanaman
brotowali biasanya diperbanyak dengan stek batang agar pertumbuhan tanaman
seragam. Stek batang diambil dari batang yang sehat dan cukup tua. Panjang stek
batang 5 cm, 10 cm, atau 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang stek
terbaik adalah 10 cm.
Sebelum
ditanam ke lapangan, stek ditanam di polibeg yang berisi media tanam campuran
pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Stek batang ditunaskan
selama 3 – 4 minggu. Untuk mempercepat pertumbuhan tunas dapat digunakan atonik
atau air kelapa. Stek yang dipindahkan ke lapangan adalah stek yang
pertumbuhannya sehat dan seragam.
Penanaman
Pemindahan bibit
dari polibeg ke lapangan adalah dengan cara menyobek salah satu bagian polibeg.
Bibit dipindahkan ke lubang tanam dengan hati-hati. Tanah di sekitar bibit
dipadatkan agar bibit tetap kokoh. Untuk menjaga kelembaban tanah dan
menghambat pertumbuhan gulma sebaiknya diberi mulsa berupa jerami, serasah atau
daun-daun kering. Jarak tanam brotowali yang dianjurkan adalah 1 m x 1 m.
Pemeliharaan
Pupuk yang
digunakan sebaiknya pupuk organik dapat pupuk kandang atau kompos. Penyediaan
pupuk kimia negatif akan mempengaruhi isi dari tanaman.
Penyiangan
dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam atau disesuaikan dengan pertumbuhan
gulma. Penyiangan tidak harus menggunakan herbisida, tapi secara manual, dengan
menarik gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.
Ketika
digunakan panjatan hidup, Pemangkasan cabang dan daun tanaman perambat harus
dilakukan secara teratur, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan brotowali.
Mengatur arah brotowali pertumbuhan harus diatur sedemikian rupa sehingga
pertumbuhan cabang teratur sehingga mudah untuk panen.
Untuk menarik
dan melekatkan sementara cabang-cabang yang menjuntai dapat digunakan tali
plastic atau tali rafia. Cara perambatan gantung ini akan memberikan hasil yang
lebih baik dibandingkan dengan perambatan bebas pada tanaman perambat.
Dioscoreophylli
Cercosporella jamur sering menyebabkan penyakit bercak daun pada bertepung
brotowali. Pada daun tanaman dengan jamur adalah patch terlihat kuning.
Penyakit ini tidak menyebabkan kematian tanaman, tapi itu membuat bentuk daun
tidak sempurna.
Pengendalian
penyakit ini bisa dilakukan dengan mengurangi naungan perambat tanaman sehingga
kelembaban menurun, terutama dari embun atau air hujan sisa yang menempel pada
permukaan daun. Jamur Colletotrichum sp. Dan Trichocladium sp. juga bisa menyerang
brotowali.
Batang yang terinfeksi akhirnya akan
menjadi coklat dan kering. Hama yang sering mengganggu brotowali adalah Othreis
fullonia yaitu pemakan daun ulat. Serangan hama ini menyebabkan hilangnya daun
yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Hama ini dapat dikendalikan dengan
menggunakan ekstrak nimba. Penyemprotan dilakukan dua minggu sebelum panen.
·
Panen
Batang
brotowali dapat dipanen apabila warnanya coklat kehitaman. Panen dapat
dilakukan dengan cara memangkas batang. Untuk mendapatkan simplisia brotowali,
batang dipotong kasar lalu dikeringkan.
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Tanaman bratawali
merupakan salah satu jenis tanaman obat yang bisa digunakan untuk penyembuhan
beberapa jenis penyakit, baik luar maupun dalam seperti diabetes, hepatitis,
scabicid dan lain sebagainya. Penggunaan serta budidayanya yang mudah membuat
tanaman ini lebih diminati disamping karena berasal dari bahan alami yang
memilki segudang khasiat. Tapi perlu diingat bahwa penggunaan secara berlebihan
dan dalam jangka panjang tidak dianjurkan karena memiliki efek samping yakni
salah satunya dapat menimbulkan penyakit autoimmune. Ramuan tradisonal dari
bratawali sudah ada sejak zaman nenek moyang dan merupakan suatu warisan yang
perlu dan harus selalu kita lestarikan.
DAFTAR
PUSTAKA
Mahendra, B. 2005. 13 Jenis Tanaman
Obat Ampuh. Penebar Swadaya. Jakarta. 139 hlm.
Wijayakusuma, H. 1994. Tanaman
Berkhasiat Obat di Indonesia Jilid 1. Pustaka Kartini. Jakarta. 122 hlm.
Wijayakusuma, H., S. Dalimartha, dan A.S.
Wirian. 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia Jilid 3. Pustaka Kartini.
Jakarta. 143 hlm.
oke like...........
ReplyDeleteituBola - Situs Judi Bola Online | Sportsbook Terlengkap & Terpercaya
ReplyDeleteSitus Judi Online Sportsbook Terpercaya, Terbaik serta Berlisensi di Indonesia. Menyediakan berbagai macam permainan Sportsbook Terlengkap.
Cukup 1 User id untuk bermain semua taruhan Permainan Meliputi :
- Sportsbook Terlengkap
• Sepak Bola
• BasketBall
• Esports
• Dan Lainnya
Menang Lebih Mudah Disini Serta Dapatkan Juga :
=> Bonus Cashback 5% (Yang dibagikan setiap Hari Seninnya).
=> Pelayanan Terbaik Dengan Customer Service 24 Jam Nonstop.
Deposit Bisa Melalui :
=> Via Bank Lokal Indonesia.
=> Via OVO, GOPAY, PULSA Telkomsel & XL/Axis Atau E-Payment Lainnya.
• Minimal Deposit 25,000 | Minimal Withdraw 50,000
• Proses Deposit & Withdraw Tercepat
Untuk Pendaftaran Hubungi Kontak Kami:
- LINE : itubola757
- WHATSAPP : +85517696120
- LIVE CHAT : ituBola