[Makalah] Khasiat Tanaman Obat Bratawali Dari Sisi Medis

Kata Pengantar

          Puji syukur kita ucapkan kehadirat Allah Swt karena berkat rahmat dan hidayah-Nya karya tulis ini  pada akhirnya dapat penulis selesaikan.
          Penulis mengangkat judul Tanaman Obat Bratawali karena masih minimnya pengetahuan mengenai khasiat tanaman obat ini dari sisi medis.
          Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada ibu  yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan karya tulis ini, selanjutnya kepada orang tua, kakak dan teman-teman.
          Kritik dan saran sangat penulis harapkan. Semoga bermanfaat bagi kita semua.



Penulis

BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Bratawali (Tinospora crispa, L.) merupakan tumbuhan obat herbal dari family Menispermaceae yang mempunyai beberapa manfaat yang berkaitan dengan banyaknya jenis senyawa kimia yang dikandungnya antara lain : flavanoid, alkaloid, dan saponin. Pengkonsumsian ini biasanya dalam bentuk jamu. Orang-orang di desa-desa biasa memelihara tanaman bratawali. Tanaman yang merambat dan rasanya sangat pahit ini berkhasiat untuk mengobati beberapa penyakit seperti malaria, demam, penyakit kulit, serta membersihkan ginjal dan menyembuhkan luka.
Bagian yang biasanya dimanfaatkan adalah batang dan/atau rantingnya yang dalam bahasa latinnya disebut Tinosporae Caulis. Orang Jawa menyebutnya juga dengan nama lain seperti putrawali atau antawali atau daun gedel. Penduduk Bali dan NTB juga menyebut antawali. Orang Sunda menamakannya andawali. Batang brotowali penuh ditutupi dengan kutil dan mengandung banyak air. Rebusan batang brotowali juga merangsang kerja pernapasan dan menggiatkan pertukaran zat sehingga dapat menurunkan panas.
B.   Rumusan Masalah
Bagaimana pengaruh pemberian ekstrak Bratawali (Tinospora crispa, L.) terhadap kesehatan manusia?
C.   Tujuan
Mengetahui pengaruh ekstrak Bratawali (Tinospora crispa, L.) terhadap kesehatan manusia
D.           Manfaat
Penelitian eksperimen ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan mengenai efek dari bahan alami yang berasal dari batang Bratawali (Tinospora crispa, L.) yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif untuk pengobatan dan pemulihan kesehatan secara alami dan swamedikasi.
BAB II
PEMBAHASAN
Bratawali, brotowali, atau akar aliali (Tinospora crispa (L.) Miers ex Hoff.f.; juga T. cordifolia (Thunb.) Miers dan T. rumphii Boerl.) adalah tanaman obat tradisional Indonesia yang biasa ditanam di pekarangan atau tumbuh liar di hutan. Rebusan batangnya yang terasa sangat pahit biasa dijadikan obat rematik, mengurangi gula darah, menurunkan panas, dan membantu mengurangi gejala kencing manis. Di Indonesia, selain dikenal dengan nama bratawali, tanaman ini juga dikenal dengan nama daerah andawali, antawali, putrawali atau daun gadel. Klasifikasi dari tanaman ini termasuk kedalam famili tanaman Menispermaceae. Tanaman ini kaya kandungan kimia antara lain alkaloid (berberina dan kolumbina yang terkandung di akar dan batang, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, hars, berberin, palmatin, kolumbin (akar), kokulin (pikrotoksin).
·        Klasifikasi ilmiah
T. crispa
·        Nama binomial
Tinospora crispa
(
L.) Miers ex Hoff.f
·        Sinonim
ü Cocculus crispus DC.
ü Menispermum crispum Linn.
ü M. verrucosum Linn.
ü M. tuberculatum Lamk.
ü Tinospora rumphii Boerl.
ü T. tuberculata Beumee.
·        Pemerian
Tidak berbau ; rasa sangat pahit
·        Makroskopik
Potongan batang, warna hijau kecoklatan, permukaan tidak rata, bertonjolan, beralur-alur membujur, lapisan luar mudah terkelupas.
·        Mikroskopik
Epidermis terdiri dari 1 lapis sel berbentuk segi empat memanjang, dinding tipis dengan kutikula agak tebal. Dibawah epidermis terdapat beberapa lapis sel gabus, bentuk segi empat memanjang, dinding agak teba, kambium gabus terdiri dari beberapa jenis sel berdinding tipis. Korteks parenkimatik dengan sel-sel berbentuk membulat, mengandung butir-butir pati, minyak atau hablur kalsium oksalat berbentuk prisma. Disebelah luar tiap berkas pengangkut terdapat serabut sklerenkim berbentuk lengkungann; pada batang tua lengkungan-lengkungan tersebut bersambung satu dengan yang lain, sehingga merupakan seludang sklerenkim yang tidak terputus yang pada lapis terluarnya disertai serabut hablur yang berisi hablur kalsium oksalat berbentuk prisma. Empulur parenkimatik, berisi butir pati sel getah dan berkas kolateral. Parenkim dia antara floem dan serabut sklerenkim kadang kadang termampat dan terkoyak. Butir pati di korteks dan empulur berbentuk hampir bulat , panjang atau lonjong. Sel-sel getah terdapat dalam deretan membujur diantara sel parenkim. Berkas pembuluh kolateral, terpisah oleh satu dengan lain oleh jaringan parenkim.
Sebuk; warna kuning kelabu. Fragmen pengenal adalah serabut hablur dengan hablur kalsium oksalat berbentuk prisma; butir-butir pati tunggal, umumnya berbentuk lonjong; pembuluh kayu dengan penebalan tangga dan pembuluh kayu bernoktah; fragmen gabus; serabut hablur kalsium oksalat berbentuk prisma.

·        Karakteristik dan Sifat

Tumbuhan ini menyukai tempat panas, berupa perdu memanjat, tinggi batang sampai 2,5 m. Batang sebesar jari kelingking, berbintil-bintil rapat yang rasanya pahit, seperti sirih. Daun tunggal, bertangkai, berbentuk seperti jantung atau agak bundar seperti telur dengan ujung lancip, panjang 7-12 cm, lebar 5-10 cm, bunga kecil, berwarna hijau muda. Selain itu, Bratawali juga dapat diperbanyak dengan stek.
Sementara itu, bratawali juga memiliki beberapa sifat seperti :
Ø Analgesik, yaitu sebagai penghilang rasa sakit
Ø Alkaloid dan flavonoid, yaitu sebagai antiinfertilitas alami
Ø Antipiretik, yaitu sebagai penurun panas
Ø Antineoplastik, yaitu sebagai pencegah kanker dan tumor
Ø Antidiabetik, yaitu dapat membantu mengontrol gula darah
Ø Antioksidan, yaitu perlindungan dari radikal bebas
Ø Imunologi, yaitu untuk menstimulasi sistem imune
Ø Antidepresan, yaitu menghambat aktivitas monoamine oxidase
Ø Antiporotik, yaitu kepadatan tulang
Ø Anti alergi, yaitu mengurangi akibat alergi
·        Syarat Tumbuh
Bratawali dapat tumbuh di dataran rendah sampai dataran tinggi dengan ketinggian 1.700 m di atas permukaan laut. Tanaman ini biasanya tumbuh liar di hutan, ladang, atau halaman rumah. Bratawali menyukai tempat terbuka dan membutuhkan banyak sinar matahari.
·        Kandungan Kimia
Kandungan kimia bratawali adalah alkaloid, damar lunak, pati, glikosida pikroretosid, zat pahit pikroretin, harsa, berberin dan palmatin. Akar bratawali mengandung alkaloid dan kolumbin.
·        Identifikasi.
a.       Pada 2 mg serbuk batang tambahkan 5 tetes asam sulfat P; terjadi warna coklat hitam.
b.      Pada 2 mg serbuk batang tambahkan 5 tetes larutan natrium hidroksida P 5% b/v terjadi warna coklat
c.       Pada 2 mg serbuk batang tambahkan tetes larutan kalium hidroksida P 5% b/v, terjadi warna coklat
d.      Pada 2 mg serbuk batang tambahkan 5 tetes amonia 25% P, terjadi warna coklat
e.      Timbang 0,5 g serbuk daun, campur dengan 5 ml metanol P dan didihkan diatas tangas air selama 2 menit, dinginkan, saring, cuci endapan dengan metanol P secukupnya sehingga diperoleh 5 ml filtrat. Pada titik pertama dari lempeng KLT silika gel GF254 P, tutulkan 20µl filtrat dan pada titik kedua tutulkan 10µl zat warna II LP. Elusi dengan campuran benzen P etanol mutlak P (80+20) dengan jarak rambat 15 cm. Amati dengan sinar ultraviolet 366 nm. Semprot lempeng dengan vanilin asam sulfat LP, panaskan pada suhu 110o selama 10 menit, amati dengan sinar biasa dan sinar ultraviolet 366 nm.
·        Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian
Efek farmakologis bratawali adalah menghilangkan rasa sakit (analgetik), penurun panas (antipiretik) dan melancarkan meridian. Hasil penelitian yang telah dilakukan berkaitan dengan efek farmakologis bratawali adalah :
ü Ekstrak methanol dari bratawali mempunyai daya anti bakteri terhadap kuman S. aureus (Lam Retta Tiurnida, 1996. FF UNAIR). Ekstrak bratawali yang difraksinasi dengan kloroform menghambat terjadinya reaksi anafilaksis kutan aktif. Efek yang diberikan meningkat dengan semakin besarnya dosis dari 100 mg/kg bb. Sampai 800 mg/kg bb (Elfanetti, 1995, JF FMIPA UNAND)
·        Khasiat
1.     Infeksi saluran kencing, susah kencing atau sebagai diuretika
Batang bratawali kering 15 g, gandarusa kering 10 g, sidaguri kering 5 g, kunyit 10 g, madu secukupnya. Semua bahan dicuci bersih, kemudian direbus dengan 8 gelas air hingga tersisa 4 gelas. Kemudian disaring dan diminum dalam keadaan hangat. Dianjurkan minum ramuan 1 jam sebelum makan 3 kali sehari, yaitu pagi, siang, dan sore hari.
2.     Penambah nafsu makan
Sering kali kita mengalami gangguan menurunnya nafsu makan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti karena gangguan suatu penyakit, depresi, perubahan mood, dan lain sebagainya. Nafsu makan adalah sebuah situasi dimana  terjadi sistem pengaturan internal tubuh untuk memenuhi kebutuhan energi dan gizi dalam tubuh. Saat nafsu makan menurun atau bahkan hilang, maka tubuh kehilangan energi. Jika kondisi ini terus berlanjut, dapat mengakibatkan penyakit serius, dan jangka waktu yang lama, tubuh beresiko mengalami malnutrisi.
Untuk mengatasi hal tersebut, sangat dianjurkan bagi kita untuk segera mengambil tindakan dengan mengkonsumsi vitamin penambah nafsu makan, maupun menggunakan ramuan tradisional lainnya seperti ramuan dari bahan alami brotowali. Adapaun caranya adalah dengan minum air rebusan daun brotowali. Tambahkan manfaat madu ke dalam rebusan, untuk mengurangi rasa pahit.
3.     Membantu penyembuhan luka
Brotowali mengandung alkaloid barberin dan columbina yang berfungsi sebagai pembunuh bakteri pada luka. Penggunaan brotowali dalam hal penyembuhan luka adalah dengan menumbuk beberapa lembar daun brotowali lalu ditempelkan pada luka. Selain itu, mencuci luka dengan rebusan batang brotowali juga dapat menyembuhkan luka.
4.     Menyembuhkan penyakit kulit
Penyakit kulit seperti kudis (scabies) merupakan gangguan kulit yang tentu saja sangat mengganggu penampilan kita. Selain itu, scabies merupakan jenis penyakit yang menular, baik secara langsung maupun melalui perantara lain.  Untuk mengatasi hal tersebut kita bisa memanfaatkan brotowali sebagai alternative pengobatannya. Caranya adalah :
  • Tumbuk beberapa lembar daun brotowali
  • Campur manfaat belerang dan manfaat minyak kelapa ke dalam tumbukan
  • Lalu mengoleskan pada daerah yang terkena scabies
  • Lakukanlah hal ini secara teratur
5.     Mengobati diabetes
Penyakit diabetes merupakan sejenis penyakit yang jika dibiarkan tanpa perawatan akan dapat berdampak pada kematian. Penyakit yang sering disebut dengan kencing manis ini terjadi akibat kelainan pada sistem metabolik tubuh yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti :
  • obesitas
  • kurang berolah raga
  • kehamilan
  • pola makan yang tidak sehat
  • Faktor keturunan, dsb
Penyakit ini memang tidak bisa disembuhkan dengan total, pengobatan yang dilakukan hanya untuk mengendalikan dampak serta mengurangi resiko terjadinya komplikasi.
Lalu bagaimana hubungan antara diabetes dan brotowali? Ternyata tanaman brotowali memiliki sifat antidiabetik, yaitu dapat membantu mengontrol gula darah. Cara pengobatannya adalah dengan rutin mengkonsumsi ramuan rebusan batang brotowali, daun sambiloto, serta daun kumis kucing sebanyak 2 kali dalam sehari untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
6.     Menurunkan demam
Kandungan antipiretik dan analgesik yang terdapat dalam manfaat brotowali, mampu membantu untuk menurunkan demam. Caranya adalah dengan mengkonsumsi hasil rebusan batang brotowali yang telah dicampur dengan madu. Madu berfungsi untuk mengurangi rasa pahit dari air rebusan tersebut.
7.     Menyembuhkan sakit kuning (hepatitis)
Penyakit kuning atau disebut icterus atau bisa juga disebut jaundice, merupakan sejenis penyakit yang ditandai dengan adanya perubahan warna pada kulit, sclera (bagian putih pada mata), serta pada kelenjar ludah yang disebabkan oleh peningkatan bilirubin (senyawa pigmen yang merupakan hasil katabolisme enzimatik biliverdin oleh biliverdine reduktase) pada tubuh.
Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasinya adalah dengan dilakukan perawatan medis maupun dengan pengobatan alternatif seperti penggunaan obat-obatan herbal. Brotowali merupakan salah satu jenis obat herbal yang bisa membantu mengobati penyakit ini, caranya adalah dengan rutin mengkonsumsi ¾ gelas hasil rebusan batang brotowali yang telah ditambahkan dengan madu. Lakukanlah hal ini sebanyak dua kali sehari.
8.     Penyembuhan rematik
Rematik atau dalam bahasa medis dikenal dengan rheumatoid athritis (RA) merupakan peradangan sendi yang disebabkan oleh gangguan sistem kekebalan tubuh pada saat melawan virus, bakteri, dan jamur pada tubuh kita. Gangguan ini sering terjadi pada manusia di atas umur 50 tahun. Untuk itu, pada masa-masa usia anda mencapai 50 tahun, sebaiknya jangan terlalu melakukan kegiatan membebani tubuh.
Cara alami untuk mengobati gangguan ini antara lain, adalah dengan  rutin mengkonsumsi ½ gelas hasil rebusan batang brotowali segar sebanyak 2 kali dalam sehari. Lakukanlah hal tersebut secara rutin untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
9.     Mengobati gatal-gatal
Gangguan gatal kulit ini biasa menyerang kita. Sensasi yang ditimbulkan membuat kita ingin selalu menggaruknya. Namun jika hal tersebut kita lakukan, maka bisa mengakibatkan iritasi, luka, maupun lecet pada kulit. Cara mengatasi hal tersebut secara tradisional adalah dengan berendam dalam air hangat, hasil rebusan dari daun brotowali yang dicampur dengan belerang. Lakukan selama kurang lebih 20 menit.
10.                        Menyembuhkan malaria
Malaria merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh parasit plasmodium. Penularan penyakit ini adalah dengan perantara nyamuk. Kasus terjadinya penyakit ini sering kali terjadi, dan tak jarang bisa berujung pada kematian.
Pengobatan alami penyakit ini salah satunya adalah dengan menggunakan ramuan herbal yang berasal dari tanaman brotowali. Caranya adalah dengan mengkonsumsi ramuan hasil rebusan daun brotowali yang dicampur dengan madu sebanyak 3 kali sehari.
11.                        Mencerahkan kulit wajah
Bagi sebagian orang yang lebih memilih cara-cara alami untuk merawat kecantikan wajah, akan lebih memilih menggunakan ramuan herbal seperti hasil rebusan batang brotowali untuk mencuci muka. Hal ini terbukti memberikan efek positif pada kulit wajah yaitu dapat menghilangkan noda-noda yang menempel di wajah serta dapat menghilangkan warna kusam di wajah. Daripada menggunakan produk-produk kecantikan yang justru bisa mengakibatkan efek yang tak diinginkan nantinya.
12.                        Merangsang kerja urat saraf
Kandungan zat pikroretin yang memberikan sensasi rasa pahit pada tanaman brotowali, dapat berfungsi untuk merangsang kerja urat saraf pada saluran pernafasan. Hal ini dapat menurunkan suhu tubuh yang panas.
13.                        Mengobati diare
Untuk mengatasi gangguan diare, mengkonsumsi air rebusan brotowali secara rutin dipercaya mampu membantu meredakan keluhan diare. Hal ini dikarenakan brotowali memiliki efek menghentikan pertumbuhan salmonella typhi yaitu bakteri penyebab diare.
14.                        Anti tumor
Seorang ahli tumor yang berasal dari India, paa tahun 1998 mengadakan uji coba pada seekor tikus dengan menggunakan ekstrak brotowali. Hasilnya menunjukkan bahwa manfaat brotowali memiliki sifat sitotoksik terhadap kanker serviks yang hampir sama dengan obat yang digunakan untuk mengatasi tumor. Sementara itu penelitian pada manusia menunjukkan bahwa ekstrak brotowali dapat mengobati kanker hati.
15.                        Memberi efek menenangkan
Sebuah penyelidikan yang dilakukan pada seekor tikus yang diberi ekstrak brotowali menunjukkan bahwa ramuan ekstrak brotowali dapat memberikan efek menenangkan pada hewan tersebut. Hal ini seiring dengan digunakannya ektrak brotowali sebagai obat penyakit jiwa di negara Filiphina.
16.                        Mengobati sakit punggung dan pinggang
Di propinsi Bali, tanaman brotowali dimanfaatkan sebagai obat gosok yang dipercaya mampu mengobati sakit punggung maupun sakit pinggang. Caranya adalah dengan mengoleskan hasil tumbukan brotowali pada pinggang atau punggung yang terasa sakit.
·        Efek Samping
Dari penjabaran diatas, jelaslah kita ketahui bahwa banyak sekali manfaat brotowali ini. Akan tetapi kita juga harus mengetahui aturan pakai tanaman tersebut, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemakaian brotowali antara lain :
ü Penggunaan yang berlebihan dapat meningkatkan cairan empedu yang berakibat pada menurunnya nafsu makan
ü Penggunaan pada wanita hamil dapat mengganggu kehamilan dan menghentikan pertumbuhan janin
ü Penggunaan yang melebihi ketentuan dapat terganggunya kadar gula dalam darah
ü Penggunaan brotowali yang berlebih, dapat menyebabkan sistem kekebalan tubuh menjadi lebih aktif. Hal ini bisa menyebabkan penyakit autoimmune.

·        Budidaya Tanamanan

Penyiapan Lahan

Penyiapan lahan tempat penangkaran brotowali harus disiapkan sebulan sebelum tanam, adalah untuk membuat lubang tanam atau alur tanam dengan ukuran 20 cm x 20 cm x 30 cm. Pada setiap lubang tanam dipupuk dengan pupuk kandang sebanyak 0,5-1 kg dicampur dengan tanah atau dibenamkan pada alur-alur tanam.
Brotowali membutuhkan tiang panjat agar pertumbuhannya baik. Tiang panjat dapat ditanam di samping lubang tanam sebelum penanaman brotowali. Tiang panjat dapat berupa panjatan hidup atau mati. Tiang Panjatan dapat menggunakan tanaman yang tumbuh relatif cepat dan kuat.

Penyiapan Bibit

Tanaman brotowali biasanya diperbanyak dengan stek batang agar pertumbuhan tanaman seragam. Stek batang diambil dari batang yang sehat dan cukup tua. Panjang stek batang 5 cm, 10 cm, atau 15 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panjang stek terbaik adalah 10 cm.
Sebelum ditanam ke lapangan, stek ditanam di polibeg yang berisi media tanam campuran pupuk kandang dan tanah dengan perbandingan 1 : 1. Stek batang ditunaskan selama 3 – 4 minggu. Untuk mempercepat pertumbuhan tunas dapat digunakan atonik atau air kelapa. Stek yang dipindahkan ke lapangan adalah stek yang pertumbuhannya sehat dan seragam.

Penanaman

Pemindahan bibit dari polibeg ke lapangan adalah dengan cara menyobek salah satu bagian polibeg. Bibit dipindahkan ke lubang tanam dengan hati-hati. Tanah di sekitar bibit dipadatkan agar bibit tetap kokoh. Untuk menjaga kelembaban tanah dan menghambat pertumbuhan gulma sebaiknya diberi mulsa berupa jerami, serasah atau daun-daun kering. Jarak tanam brotowali yang dianjurkan adalah 1 m x 1 m.

Pemeliharaan

Pupuk yang digunakan sebaiknya pupuk organik dapat pupuk kandang atau kompos. Penyediaan pupuk kimia negatif akan mempengaruhi isi dari tanaman.
Penyiangan dilakukan pada umur 1 bulan setelah tanam atau disesuaikan dengan pertumbuhan gulma. Penyiangan tidak harus menggunakan herbisida, tapi secara manual, dengan menarik gulma yang mengganggu pertumbuhan tanaman.
Ketika digunakan panjatan hidup, Pemangkasan cabang dan daun tanaman perambat harus dilakukan secara teratur, sehingga tidak mengganggu pertumbuhan brotowali. Mengatur arah brotowali pertumbuhan harus diatur sedemikian rupa sehingga pertumbuhan cabang teratur sehingga mudah untuk panen.
Untuk menarik dan melekatkan sementara cabang-cabang yang menjuntai dapat digunakan tali plastic atau tali rafia. Cara perambatan gantung ini akan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan perambatan bebas pada tanaman perambat.
Dioscoreophylli Cercosporella jamur sering menyebabkan penyakit bercak daun pada bertepung brotowali. Pada daun tanaman dengan jamur adalah patch terlihat kuning. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian tanaman, tapi itu membuat bentuk daun tidak sempurna.
Pengendalian penyakit ini bisa dilakukan dengan mengurangi naungan perambat tanaman sehingga kelembaban menurun, terutama dari embun atau air hujan sisa yang menempel pada permukaan daun. Jamur Colletotrichum sp. Dan Trichocladium sp. juga bisa menyerang brotowali.
Batang yang terinfeksi akhirnya akan menjadi coklat dan kering. Hama yang sering mengganggu brotowali adalah Othreis fullonia yaitu pemakan daun ulat. Serangan hama ini menyebabkan hilangnya daun yang mengganggu pertumbuhan tanaman. Hama ini dapat dikendalikan dengan menggunakan ekstrak nimba. Penyemprotan dilakukan dua minggu sebelum panen.
·        Panen
Batang brotowali dapat dipanen apabila warnanya coklat kehitaman. Panen dapat dilakukan dengan cara memangkas batang. Untuk mendapatkan simplisia brotowali, batang dipotong kasar lalu dikeringkan.

BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Tanaman bratawali merupakan salah satu jenis tanaman obat yang bisa digunakan untuk penyembuhan beberapa jenis penyakit, baik luar maupun dalam seperti diabetes, hepatitis, scabicid dan lain sebagainya. Penggunaan serta budidayanya yang mudah membuat tanaman ini lebih diminati disamping karena berasal dari bahan alami yang memilki segudang khasiat. Tapi perlu diingat bahwa penggunaan secara berlebihan dan dalam jangka panjang tidak dianjurkan karena memiliki efek samping yakni salah satunya dapat menimbulkan penyakit autoimmune. Ramuan tradisonal dari bratawali sudah ada sejak zaman nenek moyang dan merupakan suatu warisan yang perlu dan harus selalu kita lestarikan.

DAFTAR PUSTAKA
Mahendra, B. 2005. 13 Jenis Tanaman Obat Ampuh. Penebar Swadaya. Jakarta. 139 hlm.
Wijayakusuma, H. 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia Jilid 1. Pustaka Kartini. Jakarta. 122 hlm.
Wijayakusuma, H., S. Dalimartha, dan A.S. Wirian. 1994. Tanaman Berkhasiat Obat di Indonesia Jilid 3. Pustaka Kartini. Jakarta. 143 hlm.

Comments

  1. ituBola - Situs Judi Bola Online | Sportsbook Terlengkap & Terpercaya

    Situs Judi Online Sportsbook Terpercaya, Terbaik serta Berlisensi di Indonesia. Menyediakan berbagai macam permainan Sportsbook Terlengkap.

    Cukup 1 User id untuk bermain semua taruhan Permainan Meliputi :
    - Sportsbook Terlengkap
    • Sepak Bola
    • BasketBall
    • Esports
    • Dan Lainnya

    Menang Lebih Mudah Disini Serta Dapatkan Juga :
    => Bonus Cashback 5% (Yang dibagikan setiap Hari Seninnya).
    => Pelayanan Terbaik Dengan Customer Service 24 Jam Nonstop.

    Deposit Bisa Melalui :
    => Via Bank Lokal Indonesia.
    => Via OVO, GOPAY, PULSA Telkomsel & XL/Axis Atau E-Payment Lainnya.

    • Minimal Deposit 25,000 | Minimal Withdraw 50,000
    • Proses Deposit & Withdraw Tercepat

    Untuk Pendaftaran Hubungi Kontak Kami:
    - LINE : itubola757
    - WHATSAPP : +85517696120
    - LIVE CHAT : ituBola

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

[Makalah] Iman Kepada Hari Akhir

Filtrasi dan Destilasi